optimasi kombinasi matriks natrium alginat dan hydroxypropyl

Click here to load reader

  • date post

    19-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of optimasi kombinasi matriks natrium alginat dan hydroxypropyl

  • OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS NATRIUM ALGINAT DAN HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE UNTUK

    TABLET LEPAS LAMBAT KAPTOPRIL DENGAN SISTEM MUCOADHESIVE

    NASKAH PUBLIKASI

    Oleh:

    PRIMA PUTRA PINILIH K 100 080 074

    FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

    SURAKARTA 2014

  • 2

  • 1

    OPTIMASI KOMBINASI MATRIKS NATRIUM ALGINAT DAN HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE UNTUK FORMULA TABLET

    KAPTOPRIL LEPAS LAMBAT DENGAN SISTEM MUCOADHESIVE

    OPTIMIZATION OF FORMULA TABLET CAPTOPRIL SUSTAINED RELEASE MUCOADHESIVE SYSTEM WITH SODIUM ALGINATE AND

    HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE MATRIX

    Prima Putra Pinilih*), T.N. Saifullah S. **), Suprapto*) *) Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jl. A. Yani Tromol

    Pos 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57102, email: [email protected] **) Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Sekip Utara Yogyakarta 55551

    ABSTRAK

    Kaptopril merupakan obat golongan ACE inhibitor yang digunakan untuk

    pengobatan hipertensi dan gagal jantung. Waktu paruh kaptopril yang pendek yaitu 1-3 jam, cocok untuk didesain menjadi sediaan lepas lambat yang dapat bertahan dilambung dalam waktu yang diperlama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi HPMC dan natrium alginat sebagai matriks terhadap sifat alir granul, sifat fisik dan profil disolusi tablet kaptopril sistem mucoadhesive, serta untuk mendapatkan formula optimum. Tablet dibuat lima formula dengan perbandingan HPMC : natrium alginat (FI (100% : 0%), FII (75% : 25%), FIII (50% : 50%), FIV (25% : 75%), dan F5 (0% : 100%) dengan menggunakan metode granulasi basah. Uji yang dilakukan yaitu uji sudut diam granul, keseragaman bobot, kekerasan tablet, kerapuhan tablet, mucoadhesive, keseragaman zat aktif dan disolusi tablet. Data dianalisis dengan program Design Expert versi 8.0.5 (trial) model Simplex Lattice Design (SLD). Hasil penelitian semakin banyak natrium alginat dapat menaikkan sudut diam, memperburuk keseragaman bobot, dan menaikkan daya lekat tablet sedangkan semakin banyak HPMC dapat meningkatkan kerapuhan tablet dan kecepatan disolusi. Formula optimum diperoleh dari perbandingan konsentrasi HPMC : Natrium alginat (25%: 75%).

    Kata kunci: Kaptopril, HPMC, Natrium Alginat, tablet lepas lambat,

    mucoadhesive

    ABSTRACT

    Captopril is an ACE inhibitor class of drugs used for the treatment of hypertension and cardiac failure short halflife of captopril which is 1-3 hours, is designed to be suitable for sustained release dosage in gastric organs that can survive prolonged periods. This study aims to determine the effect of the combination of HPMC and sodium alginate as a matrix of the granule flow properties, physical properties and dissolution profiles of tablets captopril mucoadhesive system, as well as to obtain the optimum formula. Tablets made five

  • 2

    formulas (FI (100 % : 0 %), FII (75 % : 25 % ), FIII (50 % : 50 % ), FIV ( 25 % : 75 % ), and F5 ( 0 % : 100 % ) using wet granulation method. tests done of silent granule angle, uniformity of weight, hardness, friability, mucoadhesive, content uniformity and dissolution of the tablet. Data were analyzed with the program Design Expert 8.0.5 (trial) models Simplex Lattice Design (SLD). The results of the study the more sodium alginate can raise the angle of silence, exacerbating weight uniformity, and increase adhesion while the more HPMC tablets can increase tablet friability and dissolution rate. Optimum formula was obtained from the concentration ratio of HPMC : Sodium alginate ( 25 % : 75 %).

    Keywords: Captopril, HPMC, Sodium Alginate, sustained release tablet,

    mucoadhesive. PENDAHULUAN

    Kaptopril mempunyai waktu paruh yang relatif singkat, sehingga dapat

    dikembangkan sebagai sediaan tablet lepas lambat, karena sediaan lepas lambat

    yang dapat menahan pelepasan obat sehingga dapat bertahan dilambung dalam

    waktu yang relatif lama. Pengembangan tablet kaptopril lepas lambat akan

    memberikan keuntungan pada pasien yang menggunakan obat ini dalam waktu

    yang cukup lama (Asyrie dkk., 2007).

    Sediaan mucoadhesive adalah sistem penghantaran obat dengan

    menggunakan polimer yang memiliki sifat mucoadhesive setelah terjadinya proses

    hidrasi, sehingga dapat digunakan sebagai penghantar obat dalam waktu yang

    lebih lama. Jenis polimer mucoadhesive yang sudah diteliti antara lain

    karboksimetil selulose, gom arab dan natrium alginat (Indrawati dkk., 2005).

    Telah dilakukan penelitian, kombinasi antara natrium alginat-seng asetat-xanthan

    gom dapat mempertahankan pelepasan ranitidin HCl yang mudah larut dalam air

    sampai 24 jam, hal ini terjadi karena cross liked antara natrium alginat dan kalium

    asetat sehingga pelepasan obat dapat dijaga. Penelitian lain juga menyebutkan

    kombinasi matriks yang terdiri dari 40% natrium alginat dan xanthan gum 30%

    dapat mempengaruhi pelepasan tablet lepas lambat kaptopril selama 12 jam

    (Asyrie dkk, 2007).

    Penelitian diatas memungkinkan penggunaan natrium alginat sebagai

    matriks dapat mempengaruhi profil pelepasan obat dalam waktu yang cukup lama.

    Semakin banyak penambahan natrium alginat, maka daya lekat mucoadhesive

  • 3

    juga akan semakin baik. Natrium alginat merupakan golongan polisakarida yang

    merupakan salah satu polimer yang baik untuk sediaan mucoadhesive. Dalam

    penelitian ini, natrium alginat dikombinasi dengan HPMC. Menurut Majid.(2009)

    penggunaan HPMC dalam sediaan lepas lambat berfungsi untuk melindungi tablet

    saat terjadi kontak dengan jaringan mukosa sehingga tablet tidak rusak oleh

    jaringan mukosa.

    Penggunaan kombinasi matriks yang tepat antara HPMC dan natrium

    alginat sebagai matrik tablet mucoadhesive terhadap sifat fisik dan profil

    pelepasan obatnya masih perlu dilakukan penelitian, sehingga dapat ditemukan

    formula yang optimal sebagai tablet kaptopril mucoadhesive. Penentuan formula

    optimum kombinasi antara natrium alginat dan HPMC dalam penelitian ini

    menggunakan metode simplex lattice design, penggunaan metode simplex lattice

    design diharapkan dapat memperoleh formula optimum dari tablet lepas lambat

    mucoadhesive dengan matriks natrium alginat dan HPMC.

    METODE PENELITIAN

    Alat

    Alat-alat yang digunakan dalam penelitian adalah alat uji daya lekat, mesin

    tablet (Korc FK-O, Taiwan), oven, ayakan bertingkat, neraca analitik, pH meter,

    spektrofotometer UV VIS, stopwatch.

    Bahan

    Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah Kaptopril (Dexa medika,

    Palembang), Natrium alginat (Brataco), HPMC (Dwi Mitra, Bandung), PVP K-30,

    dan Magnesium stearat, HCl (Brataco).

    Jalannya Penelitian

    HPMC (X1) dan Natrium alginat (X2) menggunakan model optimasi

    Simplex Lattice Design (SLD) dapat dilihat pada (Tabel 1). Tabel 1. Optimasi Simplex Lattice Design

    FI FII FIII FIV FV X1 1 0,75 0,50 0,25 0 X2 0 0,25 0,50 0,75 1

  • 4

    Tabel 2. Formula Tablet Kaptopril Mucoadhesive

    BAHAN FORMULA 1 2 3 4 5 Kaptopril(mg) 50 50 50 50 50 Na. Alginat (mg) 90 125 162 198 234 HPMC (mg) 225 190 153 117 81 PVP (mg) 30 30 30 30 30 Mg stearat (mg) 5 5 5 5 5 Aquades q.s q.s q.s q.s q.s Bobot Tablet (mg) 400 400 400 400 400

    Pembuatan tablet mucoadhesive

    Tablet mucoadhesive dibuat sebanyak 5 formula, sesuai dengan formula

    dengan bahan aktif kaptopril 50 mg. Kaptopril, natrium alginat dan HPMC

    digranulasi dengan campuran pelarut PVP yang sebelumnya sudah dilarutkan

    dengan akuades, dicampur dalam mortir hingga diperoleh massa yang homogen.

    Dilakukan pengayakan dengan ayakan mesh 12 hingga diperoleh granul basah,

    dikeringkan pada temperatur 600C.

    Granul yang telah kering diayak dengan ayakan mesh 16. Granul kering

    dicampur dengan Mg stearat selama 5 menit. Dilakukan pengujian terhadap sifat

    alir granul. Setelah dilakukan pengujian sifat alir kemudian massa campuran

    granul yang homogen dimasukkan dalam mesin pengempa tablet untuk dilakukan

    penabletan. Mesin diatur hingga diperoleh tablet 400 mg dengan bobot, ketebalan

    dan tekanan kompresi yang seragam.

    Pemeriksaan Sifat Alir Granul Dengan Metode Sudut Diam Sudut diam granul diukur dengan cara menimbang 100 gram granul

    kemudian dimasukkan ke dalam corong dengan bagian bawah tertutup. Granul dibiarkan mengalir melalui corong kemudian diukur harga sudut diam granul dengan rumus , adalah sudut diam, h adalah tinggi kerucut (cm), r

    adalah jari-jari kerucut (cm) (Voigt, 1984). Pemeriksaan Sifat Fisik Tablet

    Uji Keseragaman Bobot

    Sebanyak 20 tablet ditimbang satu per satu, dari hasil yang didapatkan

    kemudian dihitung nilai purata dan nilai CV, tidak boleh lebih dari dua tablet yang

    bobotnya menyimpang dari 5% dari bobot rata-rata dan tidak satu pun tablet yang

  • 5

    menyimpang lebih dari 10% (Departemen Kesehatan RI., 1979). Dihitung harga

    koefisien variasinya dengan rumusCV=( ) x 100%, CV (koefisien variasi),

    SD (Simpangan baku), (Purata bobot).

    Uji Kekerasan Tablet

    Sebuah tablet diletakkan pada ujung alat. Putar alat sehingga tablet

    tertekan. Pemutar dihentikan sampai tablet pecah. Tekanan tablet dibaca pada

    angka yang ditunjukkan saat pengujian. Percobaan sebanyak 5 kali dan dihitung

    harga puratanya.

    Uji Kerapuhan Tablet

    Sejumlah 20 tablet dibebas debukan dari partikel halus yang menempel,

    lalu ditimbang. Tablet dimasukkan ke dalam friabilator diputar selama 4 menit

    dengan kecepatan 25 putaran/menit, lalu tablet diambil, dibebas debukan dan