Yogurt Inducible Nitric Oxyde Synthase (iNOS) dan Kadar ... · PDF file1 The Therapeutic...

of 12/12
1 The Therapeutic Effect of Goat Milk Yogurt to Inducible Nitric Oxyde Synthase (iNOS) Expression and Malondialdehyde (MDA) Levels in Aorta of Animal Model (Rattus norvegicus) Hypercholesterolemia Muhammad Sugiarto*, Masdiana C. Padaga, Dyah K. Wuragil Program Studi Kedokteran Hewan, Program Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya *[email protected] ABSTRAK Hiperkolesterolemia adalah kondisi ketika kolesterol yang beredar di dalam darah melebihi batas normal. Diet yang kaya akan kolesterol dan lemak jenuh dapat menekan pembentukan reseptor Low Density Lipoprotein (LDL) sehingga meningkatkan jumlah kolesterol yang beredar di dalam darah, keadaan ini dapat memicu terjadinya kondisi hiperkolesterolemia. Yogurt susu kambing memiliki kandungan seperti antioksidan, bakteri asam laktat (BAL) dan biopeptida yang dapat menurunkan kadar kolesterol plasma sehingga dapat digunakan sebagai alternatif penurun kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi yogurt susu kambing terhadap ekspresi inducible Nitric Oxyde Synthase (iNOS) dan kadar malondialdehida (MDA) pada aorta. Penelitian ini menggunakan tikus (Rattus norvegicus) jantan berumur 10-12 minggu yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok kontrol yang diberi pakan diet hiperkolesterol, kelompok tikus yang diberi pakan hiperkolesterol dan terapi yogurt susu kambing dosis 300 mg/kg BB, 600 mg/kg BB dan 900 mg/kg BB. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah one way Analisis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjutan Tukey 5%. Terapi yogurt susu kambing berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap ekspresi iNOS yang ditunjukkan dengan penurunan ekspresi iNOS pada aorta tikus hiperkolesterolemia. Ekspresi iNOS pada terapi yogurt susu kambing dosis 900 mg/kg BB merupakan dosis optimal dalam menurunkan ekspresi iNOS yang menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol. Terapi dosis 900 mg/kg BB memberikan hasil optimal yang tidak berbeda nyata dengan kontrol. Penelitian ini menunjukkan terapi yogurt susu kambing dosis 900 mg/kg BB mampu menurunkan ekspresi iNOS 69,7% dan menurunkan kadar MDA 50,04% pada aorta tikus hiperkolesterolemia. Kata kunci : Hiperkolesterolemia, Yogurt susu kambing, inducible Nitric Oxyde Synthase (iNOS) dan Malondialdehida (MDA). Efek Terapi Yogurt Susu Kambing Terhadap Ekspresi Inducible Nitric Oxyde Synthase (iNOS) dan Kadar Malondialdehida (MDA) Pada Aorta Hewan Model Tikus (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia
  • date post

    23-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Yogurt Inducible Nitric Oxyde Synthase (iNOS) dan Kadar ... · PDF file1 The Therapeutic...

  • 1

    The Therapeutic Effect of Goat Milk Yogurt to Inducible Nitric Oxyde Synthase (iNOS)

    Expression and Malondialdehyde (MDA) Levels in Aorta of Animal Model

    (Rattus norvegicus) Hypercholesterolemia

    Muhammad Sugiarto*, Masdiana C. Padaga, Dyah K. Wuragil Program Studi Kedokteran Hewan, Program Kedokteran Hewan,

    Universitas Brawijaya

    *[email protected]

    ABSTRAK

    Hiperkolesterolemia adalah kondisi ketika kolesterol yang beredar di dalam darah

    melebihi batas normal. Diet yang kaya akan kolesterol dan lemak jenuh dapat menekan

    pembentukan reseptor Low Density Lipoprotein (LDL) sehingga meningkatkan jumlah

    kolesterol yang beredar di dalam darah, keadaan ini dapat memicu terjadinya kondisi

    hiperkolesterolemia. Yogurt susu kambing memiliki kandungan seperti antioksidan, bakteri

    asam laktat (BAL) dan biopeptida yang dapat menurunkan kadar kolesterol plasma sehingga

    dapat digunakan sebagai alternatif penurun kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk

    mengetahui pengaruh terapi yogurt susu kambing terhadap ekspresi inducible Nitric Oxyde

    Synthase (iNOS) dan kadar malondialdehida (MDA) pada aorta. Penelitian ini menggunakan

    tikus (Rattus norvegicus) jantan berumur 10-12 minggu yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu

    kelompok kontrol, kelompok kontrol yang diberi pakan diet hiperkolesterol, kelompok tikus

    yang diberi pakan hiperkolesterol dan terapi yogurt susu kambing dosis 300 mg/kg BB, 600

    mg/kg BB dan 900 mg/kg BB. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah

    one way Analisis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjutan Tukey 5%. Terapi yogurt susu

    kambing berpengaruh nyata (p

  • 2

    ABSTRACT

    Hypercholesterolemia is a state when the cholesterol level on the blood over the

    normal range. The consumption of high cholesterol and saturated fatty acid can suppress the

    formation of Low Density Lipoprotein (LDL) receptor that increase cholesterol level on the

    blood and triggers hypercholesterolemia. Goat milk yogurt contains antioxidant, probiotics of

    lactic acid bacteria, and biopeptide to decrease cholesterol levels. The purpose of this

    research was to study therapeutic effect of goat milk yogurt to inducible nitric oxyde synthase

    (iNOS) expression and malondialdehyde (MDA) levels in aorta. This research used male

    Rattus norvegicus, aged 10-12 weeks, devided into five groups: control group,

    hypercholesterolemic group, hypercholesterolemic with goat milk yogurt therapy dose of 300

    mg/kg BW, 600 mg/kg BW, and 900 mg/kg BW. This research were analysed using one way

    Analysis of Variance (ANOVA), continued by Tukey test (p

  • 3

    fenton akan diubah menjadi radikal

    hidroksil (OH-) yang bersifat lebih toksik

    terhadap senyawa PUFA. Radikal bebas

    akan terbentuk terus-menerus dan berperan

    dalam oksidasi LDL. Salah satu indikator

    terjadinya oksidasi LDL adalah

    malondialdehida (MDA). Malondialdehida

    digunakan sebagai tolak ukur dari

    banyaknya radikal bebas di dalam tubuh.

    Semakin tinggi kadar MDA maka semakin

    tinggi pula jumlah radikal bebas dalam

    tubuh. Salah satu metode pengukuran

    MDA adalah dengan Thiobarbituric Acid

    Reactivity Test (Ratnawati, 2010).

    Dalam penelitian yang dipublikasi

    The American Journal of Clinical

    Nutrition, susu kambing terbukti

    mempercepat pembakaran lemak rendah

    kolesterol dan kadar laktosa lebih rendah

    13% dari susu sapi dan 41% lebih rendah

    dari air susu ibu. Susu kambing tidak

    mengandung beta-lactoglobulin, senyawa

    ini sering disebut sebagai pemicu reaksi

    alergi. Susu kambing memiliki potensi

    yang besar sebagai pembawa bakteri

    probiotik karena memiliki komposisi

    bahan yang relatif baik, yang dapat

    mendukung ketersediaan energi bagi

    fungsi dan aktifitas metabolisme bakteri

    probiotik di dalamnya.

    Yogurt terbuat dari susu yang

    kemudian ditambahkan dengan bakteri

    yang akan membentuk asam laktat. Bakteri

    yang digunakan dalam proses pembuatan

    yogurt adalah bakteri Lactobacillus

    bulgaricus, Lactobacillus acidophilus, dan

    Streptococcus thermophilus. Berdasarkan

    penelitian sebelumnya menyebutkan

    bahwa bakteri asam laktat berpotensi

    menurunkan kadar kolesterol darah karena

    bakteri dalam produk tersebut

    menghasilkan asam-asam organik seperti

    asam propionat dan asam laktat yang dapat

    berperan sebagai agen penurun kadar

    kolesterol darah (Muti, 2002). Bakteri

    asam laktat mampu memetabolisme

    kolesterol dari makanan dalam usus halus

    sehingga tidak diserap oleh tubuh. Bakteri

    asam laktat memiliki kemampuan

    mendekonjugasi garam empedu karena

    aktivitas Bile salt hydrolase (BSH) (Liong

    dan Shah, 2005). Mekanisme penurunan

    kolesterol oleh aktivitas BAL disebabkan

    oleh enzim BSH yang mendekonjugasi

    garam empedu, dimana glisin atau taurin

    dipisahkan dari steroid, sehingga

    menghasilkan garam empedu bebas atau

    terdekonjugasi. Penelitian ini dilakukan

    untuk mengetahui pengaruh pemberian

    yogurt susu kambing sebagai bahan terapi

    hiperkolesterol berdasarkan gambaran

    ekspresi iNOS dan kadar MDA pada organ

    aorta hewan model tikus (Rattus

    norvegicus) wistar jantan yang mendapat

    diet hiperkolesterolemia.

    MATERI DAN METODE

    Preparasi Hewan Coba

    Hewan coba dibagi menjadi lima

    kelompok perlakuan yaitu kelompok

    kontrol (A), kelompok hiperkolesterolemia

    (B), hiperkolesterolemia dan terapi yogurt

    susu kambing dosis 300 mg/kg BB (C),

    dosis 600 mg/kg BB (D), dan dosis 900

    mg/kg BB (E). Masing-masing kelompok

    perlakuan terdiri dari empat ekor tikus

    sebagai ulangan. Hewan coba

    menggunakan hewan coba tikus (Rattus

    norvegicus) yang diperoleh dari Unit

    Pengembangan Hewan Percobaan (UPHP)

    UGM Yogyakarta dengan umur 10-12

    minggu dan berat badan sekitar 150 gram.

    Penggunaan hewan coba dalam penelitian

    ini mendapatkan persetujuan laik etik dari

    Komisi Etik Penelitian Universitas

    Brawijaya, No: 217-KEP-UB.

    Pembuatan Diet Hiperkolesterol

    Pakan hiperkolesterol dibuat

    dengan mencampurkan minyak babi, asam

    kolat dan kuning telur puyuh rebus. Hasil

    campuran kemudian dilarutkan dengan

    akuades sebanyak 2 ml. Pakan diet

    hiperkolesterol diberikan setiap hari

    selama 14 hari dan disondekan pada

    masing-masing tikus. Pakan standar yang

    diberikan sebanyak 20 g/ekor/hari (Gani,

    2013). Komposisi bahan pakan

  • 4

    hiperkolesterol dalam 20 gram pakan dapat

    dilihat pada Tabel 1.

    Tabel 1. Komposisi bahan pakan

    hiperkolesterol dalam 20 gram pakan

    Bahan Jumlah

    Kandungan

    (%)

    Jumlah

    Bahan

    (gram)

    Asam

    kholat 0,1 0,02

    Minyak

    babi 10 2

    Kuning

    telur puyuh 5 1

    Pembuatan Starter Yogurt Susu Kambing

    Susu kambing 100 ml dituangkan

    ke dalam erlenmeyer 250 ml steril lalu

    ditutup dengan aluminium foil. Susu

    dipasteurisasi pada suhu 72oC selama 5

    menit, kemudian didinginkan hingga suhu

    turun sampai 40oC-45

    oC. Starter ditimbang

    sebanyak 0,5 gram lalu dicampur sedikit

    dengan susu kambing dan dihomogenkan.

    Inokulasi starter selanjutnya dilakukan ke

    dalam susu kambing 100 ml (w/v).

    Inkubasi dilakukan pada suhu 40oC-45

    oC

    selama 4-8 jam dan sampai pH rata-rata

    yogurt sekitar 4,00-4,5 (Posecion et al.,

    2005).

    Pembuatan Yogurt Susu Kambing

    Susu kambing 485 ml dituangkan

    ke dalam botol tutup berulir 1000 ml lalu

    ditutup dengan aluminium foil. Susu

    dipasteurisasi pada suhu 72oC selama 5

    menit kemudian didinginkan hingga suhu

    susu turun sampai 40oC-45

    oC. Inokulasi

    starter dengan kosentrasi 3% ke dalam

    susu kambing 485 ml (v/v) lalu

    dihomogenkan secara perlahan. Inkubasi

    dilakukan pada suhu 40oC-45

    oC selama 4-

    8 jam dan sampai pH rata-rata yogurt

    sekitar 4,5-5 (Posecion et al., 2005).

    Yogurt susu kambing dijadikan kering

    beku dan disimpan pada suhu 4-5oC.

    Pemberian Terapi Yogurt Susu Kambing

    Terapi yogurt susu kambing

    diberikan setelah tikus diinduksi diet

    hiperkolesterolemia selama 14 hari.

    Kelompok tikus yang diberikan terapi

    yaitu kelompok C, D, dan E dengan dosis

    berturut-tutut sebesar 300 mg/kg BB, 600

    mg/kg BB, dan 900 mg/kg BB. Terapi

    diberikan secara per oral dengan sonde

    lambung sebanyak 1,5 ml selama 28 hari.

    Pembuatan Kurva Baku MDA

    Larutan stok kit standar MDA

    dengan konsentrasi sebesar 1, 2, 3, 4, 5, 6,

    7 dan 8 mg/mL diambil masing-masing

    100 L. Larutan dimasukkan ke tabung

    reaksi yang berbeda dan ditambahkan 550

    L akuades dan 100 L TCA 100% lalu

    dihomogenkan degan vortex. Larutan

    ditambahkan 250 L HCl 1N dan 100 L

    Na-Thio 1% ke dalam tabung dan

    dihomogenkan. Sentrifugasi pada

    kecepatan 500 rpm selama 10 menit.

    Setelah itu, dipanaskan selama 30 menit

    dalam suhu 1000C. Larutan didiamkan

    pada suhu ruang lalu supernatan diambil

    dan larutan standar kemudian dibaca

    menggunakan spektrofotometer pada

    panjang gelombang maksimun dan hasil

    absorbansi MDA larutan baku dan dibuat

    kurva.

    Peng