Ringkasan KSMB PT AAL

download Ringkasan KSMB PT AAL

of 25

  • date post

    25-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    150
  • download

    3

Embed Size (px)

description

Ringkasan KSMB PT AAL

Transcript of Ringkasan KSMB PT AAL

RANGKUMAN CEO AND ENTREPRENEURIAL FORUM SUSTAINABILITY PRACTICES IN OIL PALM PLANTATION ATPT ASTRA AGRO LESTARI, TBK (NARASUMBER : IR. WIDYA WIRYAWAN, MBA)

Mata Kuliah : Kapita Selekta Manajemen Bisnis Dosen : Prof. Dr. Ir. E.Gumbira Said, M.ADev

1. 2. 3. 4. 5.

Oleh: Kelompok Yellow B Aprilia Sukmawati P056111061.47 Dian Luthfianingtyas P056111141.47 Febi Muryanto P056111171.47 Iradati Zahra P056111201.47 Irfan Handrian P056111211.47

SEKOLAH PASCASARJANA PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR TAHUN 2012

I.

RINGKASAN

1.1. Pendahuluan CEO Forum yang diadakan oleh MB IPB kali ini mengundang Bapak Widya Wiryawan yang saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari, Tbk. Dalam kesempatan ini Beliau memaparkan tentang pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang lestari di PT Astra Agro Lestari, Tbk (PT AAL). Diskusi yang berkembang sangat menarik dan dapat memberikan wawasan khususnya bagi mahasiswa yang mendalami ilmu agribisnis. Dalam paparannya, Beliau menekankan bagaimana menjalankan bisnis tanpa merusak lingkungan dan mampu mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat di sekitar perkebunan yang dikelola yang pada akhirnya memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional. Beliau memaparkan bahwa pengembangan sektor kelapa sawit di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat sejak tahun 1970 terutama periode 1980-an. Semula pelaku perkebunan kelapa sawit hanya terdiri atas Perkebunan Besar Negara (PBN), namun pada tahun yang sama pula dibuka Perkebunan Besar Swasta (PBS) dan Perkebunan Rakyat (PR) melalui pola PIR (Perkebunan Inti Rakyat) dan selanjutnya berkembang pola swadaya. Data dari Direktorat Jenderal Perkebunan (2009) menunjukkan pada tahun 1980 luas areal kelapa sawit adalah 294.000 ha dan pada tahun 2009 luas areal perkebunan kelapa sawit diperkirakan sudah mencapai 7,32 juta ha dimana 47,81% dimiliki oleh PBS, 43,76% dimiliki oleh PR, dan 8,43% dimiliki oleh PBN. Pada tahun 2009, Indonesia merupakan negara produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan jumlah produksi diperkirakan sebesar 20,6 juta ton minyak sawit, kemudian diikuti dengan Malaysia dengan jumlah produksi 17,57 juta ton. Produksi kedua negara ini mencapai 85% dari produksi dunia yang sebesar 45,1 juta ton (Bappenas, 2010).

2

Gambar 1. Luas Perkebunan Kelapa Sawit Dunia Sebagian besar hasil produksi minyak sawit di Indonesia merupakan komoditi ekspor. Pangsa ekspor kelapa sawit hingga tahun 2008 mencapai 80% total produksi. India adalah negara tujuan utama ekspor kelapa sawit Indonesia, yaitu 33% dari total ekspor kelapa sawit, kemudian diikuti oleh Cina sebesar 13%, dan Belanda 9% (Oil World, 2010). Perkebunan kelapa sawit di Indonesia sebagian besar berada di pulau Sumatera diikuti oleh Kalimantan. Berdasarkan provinsi, Riau merupakan provinsi penghasil minyak sawit terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 24% dari produksi nasional pada tahun 2009, sementara Jambi menyumbang minyak sawit sebesar 7,70% dari produksi nasional dengan luas lahan mencapai 8,82% dari luas lahan nasional. Stakeholders industri kelapa sawit menyadari bahwa kelapa sawit telah menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam perekonomian global dan nasional bahkan lokal. Tabel 1. Konsumsi Minyak Nabati Dunia (Jumlah dalam Juta Ton)

(Sumber : Oil Wolrd, 2010)

3

Minyak sawit telah menjadi bagian dari minyak nabati dunia dan kontribusinya cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Oil World (2010) mencatat produksi minyak sawit tahun 2009 (45,1 juta ton = 34% dari minyak nabati dunia) naik sepuluh kali lipat dibandingkan tahun 1980, sementara minyak kedelai pada periode yang sama hanya naik 2,7 kali lipat. Pada tataran nasional dan lokal, minyak sawit telah mampu berkontribusi dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, penciptaan kesempatan/lapangan kerja, pendahuluan pembangunan sosial dan pengurangan kemiskinan, pengembangan wilayah, pemenuhan kebutuhan pangan dan non-pangan dan ekspor yang mendatangkan devisa bagi negara. 1.2. Gambaran Umum Perusahaan PT Astra Agro Lestari (PT AAL) pada awalnya didirikan dengan nama PT Suryaraya Cakrawala berdasarkan Akta No. 12 tanggal 3 Oktober 1988 yang kemudian dirubah dengan nama PT Astra Agro Niaga dengan Akta No. 9 tanggal 4 Agustus 1989. Akta nama telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.

C2.10099.HT.01.01-Th89 tanggal 31 Oktober 1989 dan telah didaftarkan di Pengadilan negeri Jakarta Pusat di bawah No.2553/1989 tanggal 9 November 1989 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 101 tanggal 19 Desember 1989, Tambahan No. 3626. Pada tahun 1997, PT AAL melakukan Penawaran Umum Saham kepada masyarakat sebanyak 10% dari modal disetor dan ditempatkan pada waktu itu, atau senilai Rp.125.800.000 saham, dengan nilai nominal Rp.500 untuk setiap lembar saham. PT AAL merupakan perusahaan dari kelompok Astra International, yang mengkhususkan diri, tumbuh dan berkembang menjadi perkebunan minyak sawit terkemuka di Indonesia. Kantor pusat PT AAL berlokasi di Jl. Puloayang Raya Blok OR-1, Kawasan Industri Pulogadung. PT AAL bergerak dalam bidang usaha perkebunan, pengolahan, dan penjualan minyak goreng serta penyertaan modal kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, karet, kakao, teh, dan pengolahan serta penjualan hasil perkebunan tersebut.

4

PT AAL memiliki visi untuk menjadi perusahaan agribisnis yang paling produktif dan paling inovatif di dunia. Sedangkan misi perusahaan adalah untuk menjadi panutan dan berkontribusi pada pembangunan dan kesejahteraan bangsa. Dalam melaksanakan usahanya, perusahaan berprinsip pada Community Development (CD), yang diartikan sebagai segala upaya perbaikan kondisi kehidupan masyarakat, dengan sebanyak-banyaknya menggerakkan inisiatif mereka sendiri. Berdasarkan pemahaman ini maka CD dilaksanakan dengan partisipasi masyarakat sebagai subjek sekaligus pusat dari seluruh aktivitas. PT AAL juga memberikan pendampingan dan menyediakan pelayanan teknis/jasa dalam rangka mendorong masyarakat ke arah swadaya (self help) dengan memanfaatkan segenap potensi lokal yang tersedia. PT AAL melaksanakan kegiatan usaha mulai dari penanaman, panen, pengolahan dan perdagangan hasil tanaman yang dilaksanakan baik oleh PT AAL sendiri maupun yang dioperasikan oleh 42 anak perusahaan, yang terdiri dari 30 perusahaan yang bergerak dalam bidang kelapa sawit, 2 perusahaan dalam bidang karet, 4 perusahaan dalam bidang kakao, 5 perusahaan dalam bidang perkebunan teh, serta 1 perusahaan dalam bidang penjualan minyak goreng. 1.3. Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit dan CPO PT Astra Agro Lestari Sebagai salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia, PT AAL mengelola area perkebunan dengan luas total 263.281 hektar, termasuk perkebunan inti dan plasma (petani) di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi dengan usia tanaman rata-rata 14 tahun. PT AAL telah berhasil mengubah perusahaan kelapa sawit menjadi kesempatan emas dimana produktifitas komoditas kelapa sawit yang dikelolanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hingga bulan Mei 2012, PT AAL mencatat produksi CPO mencapai 514.979 ton atau tumbuh 6% dibandingkan dengan periode tahun 2011 yang mencatatkan jumlah produksi sebesar 485.889 ton. Pada periode yang sama juga, produksi Tandan Buah Segar (TBS) perseroan meningkat 6,1% atau mencapai 1,97 juta ton dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Produksi kernel

5

hingga akhir Mei 2012 juga mengalami pertumbuhan sebesar 12,6% atau menjadi 113.565 ton dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Gambar 2. Komposisi Pendapatan PT Astra Agro Lestari Tahun 2011 Terkait dengan kinerja, pada kuartal I pada tahun 2012, emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham PT. Astra Agro Lestari Tbk ini mencatatkan laba periode berjalan senilai Rp.390,58 miliar atau anjlok 42,757% dibandingkan periode yang sama 2011 yang sebesar Rp 682,23 miliar. Penuruna laba ini terjadi seiring dengan penurunan pendapatan bersih sebesar 6,52% menjadi Rp.2,58 triliun dibandingkan periode yang sama 2011 senilai Rp 2,76 triliun. Selain itu, penurunan ini juga dipicu oleh kenaikan beban pokok pada kuartal I-2012 menjadi Rp.1,84 triliun dibandingkan periode yang sama 2011 senilai Rp.1,68 triliun. Hingga akhir Maret 2012, total aset perseroan mencapai Rp 10,83 triliun atau meningkat dibandingkan kuartal I-2011 yang senilai Rp.10,20 triliun. Produksi minyak sawit mentah (CPO) PT. Astra Agro Lestari Tbk naik 17,3% menjadi 92.116 ton pada Januari 2011 dibandingkan dengan 78.524 ton pada Januari 2010. Adapaun produksi minyak nabati utama dunia di 2010 tercatat sebesar 121,7 juta ton, naik 4,9% dibanding periode yang sama tahun lalu. Meskipun produksi meningkat, harga saham perseroan yang berkode PT. Astra Agro Lestari Tbk itu terkoreksi pada perdagangan sebanyak Rp700 atau sebesar 3,4% ke level Rp22.300. Harga itumembentuk kapitalisasi pasarnya sebesar Rp35,12 triliun.

6

1.4. Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit secara Lestari di PT Astra Agro Lestari A. Zero Waste Management Sejak tahun 2006 PT Astra Agro Lestari selalu melakukan proses identifikasi dan assesmen HCV (High Conservation Value) untuk areal-areal baru sebelum dimulainya kegiatan pembukaan lahan. Perusahaan berkomitmen melakukan konservasi terhadap areal yang memiliki Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value/HCV) pada setiap kebun baru. Hal ini dijalankan perusahaan melalui : 1. Pencegahan Kebakaran Lahan PT AAL menerapkan kebijakan zero burning, dimana dalam pelaksanaan kegiatan seperti pembukaan lahan senantiasa dilakukan dengan mekanisasi, tanpa bakar, sehingga tidak menimbulkan polusi udara. Salah satu upaya PT AAL dalam mengantisipasi kebakaran lahan adalah dengan menyediakan sarana prasarana dan tim kesiapsiagaan tanggap darurat. Sampai tahun 2009, perusahaan tel