Referat Acls Rapiin

download Referat Acls Rapiin

If you can't read please download the document

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    379
  • download

    6

Embed Size (px)

description

ACLS

Transcript of Referat Acls Rapiin

REFERAT

ACLS(Advanced Cardiovascular Life Support)

Disusun Oleh :Muhammad Julpian1102008162Renny Dwi Sandhitia Sari1102010235

Pembimbing :dr. Hj Hayati Usman, Sp.Andr. Dhadi Ginanjar, Sp.An

KEPANITERAAN KLINIK SMF ANASTESIOLOGIFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSIRUMAH SAKIT UMUM Dr. SLAMET GARUT2014PENDAHULUAN

Advanced Cardiovascular Life Support adalah serangkaian penanganan klinis untuk perawatan darurat serangan jantung, stroke, dan keadaan darurat medis lainnya. Serta pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan penanganan.

Merupakan upaya tindak lanjut dalam resusitasi jantung paru (RJP) untuk mencegah serangan jantung, mengobati serangan jantung, dan mencapai sirkulasi spontan kembali (ROSC) setelah serangan jantung. Intervensi ACLS bertujuan untuk mencegah serangan jantung meliputi manajemen jalan napas, dukungan ventilasi, dan pengobatan bradiaritmia dan takiartmia. Penyebab kematian mendadak terbanyak adalah disebabkan karena masalah jantung, sehingga sering disebut Kematian Jantung Mendadak. Penyebab kematian jantung mendadak yang paling utama di negara-negara industri adalah penyakit jantung koroner. Sedangkan yang paling banyak berkaitan dengan irama jantung adalah fibrilasi ventrikel (75-80% kasus). Bradiaritmia hanya terjadi sekitar 5-10% kasus. Insiden kematian jantung mendadak dilaporkan 0.36 sampai 1.28 per 1000 penduduk di negara barat per tahunBerdasarkan American Heart Association (AHA) pada Advanced Cardio-vascular Life Support (ACLS) 2010 tentang Adult Cardiac Arrest, dikemukakan bahwa kunci bertahan hidup pada cardiac arrest adalah Basic Live Support (BLS) dan sistem ACLS yang terintegrasi dengan baik. Dasar berhasilnya ACLS adalah Resusitasi Jantung Paru (RJP) yang berkualitas, dan untuk VF/ pulseless VT diperlukan defibrilasi yang cepat dan tepat.

PEMBAHASAN

I. HENTI JANTUNG (CARDIAC ARREST) Henti jantung (cardiac death) adalah kematian yang terjadi sebagai akibat dari hilangnya fungsi jantung secara mendadak. Keadaan ini termasuk permasalahan kesehatan yang besar dan mengenaskan karena dapat menyerang secara tiba-tiba serta terjadi pada usia tua maupun muda. Keadaan henti jantung mendadak bisa saja terjadi pada seseorang dengan ataupun tanpa penyakit jantung sebelumnya.Cardiac Arrest merupakan penghentian normal sirkulasi dari darah akibat kegagalan jantung untuk berkontraksi secara efektif,dan jika hal ini tak terduga dapat disebut serangan jantung mendadak serta dapat pula dijelaskan dengan suatu keadaan darurat medis dengan tidak ada atau tidak adekuatnya kontraksi ventrikel kiri jantung yang dengan seketika menyebabkan kegagalan sirkulasi.Henti jantung primer (cardiac arrest) adalah ketidaksanggupan curah jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen ke otak dan organ vital lainnya secara mendadak dan dapat balik normal jika dilakukan tindakan yang tepat atau akan menyebabkan kematian dan kerusakan otak menetap jika tindakan tidak adekuat. Henti jantung dapat disebabkan oleh 4 irama: ventricular fibrillation (VF), pulseless ventricular tachycardia (VT), pulseless electric activity (PEA), and asystole. VF menggambarkan aktivitas listrik jantung yang tidak teratur, sedangkan VT mewakili aktivitas listrik terorganisir miokardium ventrikel. Tak satu pun dari irama ini yang menghasilkan aliran darah yang baik. PEA menggambarkan kelompok heterogen irama listrik terorganisir yang terkait dengan adanya aktivitas ventrikel mekanis atau tidak yang tidak cukup untuk menghasilkan pulsasi. Asistol merupakan tidak terdeteksinya aktivitas listrik ventrikel dengan atau tanpa aktivitas listrik atrium.Penyebab henti jantung adalah sebagai berikut:1. Penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung iskemik, infark miokardial akut, embolus paru, fibrosis pada system konduksi (penyakit Lenegre, Sindrom Adams-Stokes, noda sinus sakit)2. Kekurangan oksigen akut, seperti henti nafas, benda asing di jalan nafas, sumbatan jalan nafas oleh sekresi3. Kelebihan dosis obat, seperti digitalis, quinidin, antidepresan trisiklik, propoksifen, adrenalin, isoprenalin.4. Gangguan asam-basa/elektrolit, seperti kalium serum yang tinggi atau rendah, magnesium serum rendah, kalsium serum tinggi, asidosis.5. Kecelakaan, seperti syok listrik dan tenggelam.6. Reflex vagal, seperti peregangan sfingter ani, penekanan/penarikan bola mata.7. Anesthesia dan pembedahan8. Terapi dan tindakan diagnostic medis9. Syok (hipovolemik, neurogenik, toksik, anafilaksis)Penyebab henti jantung yang paling umum adalah gangguan listrik di dalam jantung. Jantung memiliki sistem konduksi listrik yang mengontrol irama jantung tetap normal. Masalah dengan sistem konduksi dapat menyebabkan irama jantung yang abnormal, disebut aritmia. Terdapat banyak tipe dari aritmia, jantung dapat berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau bahkan dapat berhenti berdetak. Ketika aritmia terjadi, jantung memompa sedikit atau bahkan tidak ada darah ke dalam sirkulasi.Aritmia dicetuskan oleh beberapa faktor, diantaranya: penyakit jantung koroner yang menyebabkan infark miokard (serangan jantung), stress fisik (perdarahan yang banyak akibat luka trauma atau perdarahan dalam, sengatan listrik, kekurangan oksigen akibat tersedak, penjeratan, tenggelam ataupun serangan asma yang berat), kelainan bawaan yang mempengaruhi jantung, perubahan struktur jantung (akibat penyakit katup atau otot jantung) dan obat-obatan. Penyebab lain cardiac arrest adalah tamponade jantung dan tension pneumothorax.Selain itu juga disebabkan adanya komplikasi fibrilasi ventrikel, cardiac standstill, renjatan dan edema paru, emboli paru (karena adanya penyumbatan aliran darah paru), aneurisma disekans (karena kehilangan darah intravaskular), hipoksia dan asidosis (karena adanya gagal jantung atau kegagalan paru berat, tenggelam, aspirasi, penyumbatan trakea, kelebihan dosis obat, kelainan susunan saraf pusat).Patofisiologi cardiac arrest tergantung dari etiologi yang mendasarinya. Namun, umumnya mekanisme terjadinya kematian adalah sama. Sebagai akibat dari henti jantung, peredaran darah akan berhenti. Berhentinya peredaran darah mencegah aliran oksigen untuk semua organ tubuh. Organ-organ tubuh akan mulai berhenti berfungsi akibat tidak adanya suplai oksigen, termasuk otak. Hypoxia cerebral atau ketiadaan oksigen ke otak, menyebabkan korban kehilangan kesadaran dan berhenti bernapas normal. Kerusakan otak mungkin terjadi jika cardiac arrest tidak ditangani dalam 5 menit dan selanjutnya akan terjadi kematian dalam 10 menit (Sudden cardiac death).Penyakit Jantung KoronerPenyakit jantung koroner menyebabkan Infark miokard atau yang umumnya dikenal sebagai serangan jantung. Infark miokard merupakan salah satu penyebab dari cardiac arrest. Infark miokard terjadi akibat arteri koroner yang menyuplai oksigen ke otot-otot jantung menjadi keras dan menyempit akibat sebuah materia (plak) yang terbentuk di dinding dalam arteri. Semakin meningkat ukuran plak, semakin buruk sirkulasi ke jantung. Pada akhirnya, otot-otot jantung tidak lagi memperoleh suplai oksigen yang mencukupi untuk melakukan fungsinya, sehingga dapat terjadi infark. Ketika terjadi infark, beberapa jaringan jantung mati dan menjadi jaringan parut. Jaringan parut ini dapat menghambat sistem konduksi langsung dari jantung, meningkatkan terjadinya aritmia dan cardiac arrest.Stress FisikStress fisik tertentu dapat menyebabkan sistem konduksi jantung gagal berfungsi, diantaranya:- Perdarahan yang banyak akibat luka trauma atau perdarahan dalam sengatan listrik.- Kekurangan oksigen akibat tersedak, penjeratan, tenggelam ataupun serangan asma yang berat.- Kadar Kalium dan Magnesium yang rendah.- Latihan yang berlebih. Adrenalin dapat memicu SCA pada pasien yang memiliki gangguan jantung.- Stress fisik seperti tersedak, penjeratan dapat menyebabkan vagal refleksakibat penekanan pada nervus vagus di carotic sheed.Kelainan BawaanAda sebuah kecenderungan bahwa aritmia diturunkan dalam keluarga. Kecenderungan ini diturunkan dari orang tua ke anak mereka. Anggota keluarga ini mungkin memiliki peningkatan resiko terkena cardiac arrest. Beberapa orang lahir dengan defek di jantung mereka yang dapat mengganggu bentuk (struktur) jantung dan dapat meningkatkan kemungkinan terkena cardiac arrest.Perubahan Struktur JantungPerubahan struktur jantung akibat penyakit katup atau otot jantung dapat menyebabkan perubahan dari ukuran atau struktur yang pada akhirnrya dapat mengganggu impuls listrik. Perubahan-perubahan ini meliputi pembesaran jantung akibat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung kronik. Infeksi dari jantung juga dapat menyebabkan perubahan struktur dari jantung.Obat-obatanAntidepresan trisiklik, fenotiazin, beta bloker, calcium channel blocker, kokain, digoxin, aspirin, asetominophen dapat menyebabkan aritmia. Penemuan adanya materi yang ditemukan pada pasien, riwayat medis pasien yang diperoleh dari keluarga atau teman pasien, memeriksa medical record untuk memastikan tidak adanya interaksi obat, atau mengirim sampel urin dan darah pada laboratorium toksikologi dapat membantu menegakkan diagnosis.Tamponade JantungCairan yang yang terdapat dalam perikardium dapat mendesak jantung sehingga tidak mampu untuk berdetak, mencegah sirkulasi berjalan sehingga mengakibatkan kematian.Tension PneumothoraxTerdapatnya luka sehingga udara akan masuk ke salah satu cavum pleura. Udara akan terus masuk akibat perbedaan tekanan antara udara luar dan tekanan dalam paru. Hal ini akan menyebabkan pergeseran mediastinum. Ketika keadaan ini terjadi, jantung akan terdesak dan pembuluh darah besar (terutama vena cava superior) tertekan, sehingga membatasi aliran balik ke jantung.Henti Jantung ditandai dengandenyut nadi besar tak teraba(a.karotis, femoralis dan radialis pada dewasa dan a.brakhialis pada bayi), disertaikebiruan(sianosis) atau pucat sekali, pernapasan berhenti atau satu-satu(gasping, apnu),terlihat seperti mati(death like appearance),dilatasi pupil tak bereaksidengan rangsangan cahaya