Pemutakhiran Kuriku/um di Perguruan · PDF filetataran konsep. Pemutakhiran Komponen Kurikulum...

Click here to load reader

  • date post

    26-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    220
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Pemutakhiran Kuriku/um di Perguruan · PDF filetataran konsep. Pemutakhiran Komponen Kurikulum...

  • Pemutakhiran Kuriku/um di Perguruan Tinggi

    PEMUTAKHIRAN KURIKULUM DI PERGURUAN TINGGI

    Oleh: Anik GhufronFIP Universitas Negeri Yogyakarta

    Abstract

    Lately there has been a strong trend at higher educationalinstitutions to update their curriculum. This phenomenon shows thatthe activity of curriculum development in such institutions is highlydynamic. It is quite reasonable because the curriculum is, after all,the very substance of schooling and the raison d'etre for teachers atschools. The updating can be done totally or partially.

    Higher education curriculum updating is not a routine activitydone periodically. It is to be done when necessary and if possibleimmediately. And it needs to be perceived positively to improve thequality of instruction. Without it, instructional activity in highereducation becomes out of date.

    There are four steps in higher education curriculum updating: (I)reviewing the formulations of competencies, (2) reviewing thesubstance and format of the syllabus, (3) reviewing the model ofcurriculum implementation, and (4) reviewing the system ofevaluation.

    Key words: higher education, curriculum, curriculum updating

    Pendahuluan

    Tanpa mengabaikan eksistensi aspek-aspek pembelajaranlainnya, pemutakhiran kurikulum dapat dikatakan memilikinilai strategis dan esensial. Hal ini semakin terasa, terutamajika dikaitkan adanya tuntutan lulusan perguruan tinggi yang harusmampu bersaing di era informasi dan teknologi. Tilaar (2002)mengatakan: "Kualitas kompetitif dari sumber daya manusia sangat

    105

    ---

  • Cakrawala Pendidikan. Februari 2007. Th. XXVI. No. J

    dibutuhkan di dalam kehidupan dunia terbuka abad 21. Semakintinggi tingkat kompetensi suatu bangsa maka semakin tinggi tingkatkemampuan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam ke-hidupannya. Sebaliknya, semakin rendah tingkat kompetensi suatubangsa diduga semakin rendah tingkat kemampuan untuk me-nyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupannya.

    Pada saat ini, ada kecenderungan yang tinggi di kalangan per-guruan tinggi untuk melakukan pemutakhiran kurikulum. Fenomenatersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan kurikulum dikalangan perguruan tinggi semakin dinamis, yang mungkin belurnpemah terjadi pada periode-periode sebelumnya. Hal ini mungkinada kaitannya dengan diberlakukannya Keputusan MendiknasNomer 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi, yangdi dalamnya ada ketentuan bahwa Menteri Pendidikan Nasionaltidak menetapkan kurikulum inti untuk setiap program studisebagaimana diatur pada pasal 11 ayat (1) Keputusan MenteriPendidikan Nasional Nomor 232/U/2000, dan selanjutnya ditetapkanoleh kalangan perguruan tinggi bersama masyarakat profesi danpengguna lulusan.

    Di samping itu, yang tidak kalah penting diperhatikan adalahadanya perubahan yang luar biasa dan begitu cepat yang terjadi diluar perguruan tinggi. Kehidupan masyarakat begitu cepat berubahyang ditengarai sebagai dampak dari globalisasi. Kita telahmemasuki era informasi, di mana ilmu pengetahuan diyakini banyakpakar sebagai "simbol keperkasaan" suatu bangsa.Bangsa yangmenguasai ilmu pengetahuan berarti mereka akan menguasai dunia.Sir Winston Chruchill (Bachman, 2005: 1) mengatakan, "Kekuasaandi masa datang adalah kekuatan pikir".

    Kegiatan pemutakhiran kurikulurn yang semakin dinamistersebut perlu disikapi secara positif. Kalangan perguruan tinggidiharapkan mampu memanfaatkan peluang dan kesempatan tersebutuntuk kepentingan peningkatan mutu pembelajaran. Tanpa adakegiatan pemutakhiran kurikulurn, aktivitas pembelajaran di

    106

  • Pemulakhiran Kuriku/um di Perguruan Tinggi

    perguruan tinggi dimungkinkan. stagnan dan bahkan mengalamikemunduran atau out of date.

    Penulis sepakat jika kurikulum di perguruan tinggi perlu ditinjaukembali dan dimutakhirkan pada periode-periode tertentu karenamenurut Murray Print (1993: 1), "Curriculum is, after all, the verysubstance of schooling and the raison d'etre for teachers inschools". Dengan demikian,jika isi kurikulumdipandangsudahtidak relevan lagi dengan kebutuhan penggunajasa perguruan tinggi,maka sesegera mungkin isi kurikulum tersebut dimutakhirkan.Misalnya, diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Undang-undangNomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen merupakan contohkondisi pemicu perlunya melakukan pemutakhiran kurikulum dikalangan perguruan tinggi LPTK (lembaga pendidikan tenagakependidikan) karena struktur kurikulum LPTK diduga sudah tidakrelevan lagi dengan bangun kompetensi guru profesionalsebagaimana yang dikehendaki kedua peraturan tersebut.

    Shane (1993: 67) mengilustrasikan pemutakhiran kurikulumsebagai suatu proses perubahan sebagaimana yang terjadi dalamrevolusi sains versi Thomas Khun. Visualisasinya dikemukakansebagai berikut.

    107

    - - --

  • Cakrawala Pendidikan. Februari 2007. Th. XXVI. No. I

    ..

    Continuousinteraction

    Conventional, accepted curricularand instructional practices

    Continuousinteraction

    II

    SocialChange

    IV

    Criticisms and/orcrises in education

    Dispute and conflict(anti-thesis)

    ..

    VI

    Social indicatorsPresaging change

    V

    Alternative practicesproposed (thesis)

    VII

    Experimentation andinnovation

    Modified or new practices(synthesis)

    VIII'

    Gambar 1. Pemutakhiran Kurikulum Versi Homas Khun

    108

  • Pemulakhiran Kuriku/um di Perguruan Tinggl

    Berdasarkan visualisasi di atas, dapat dikatakan bahwa pe-mutakhiran kurikulum bukan merupakan kegiatan rutin yang mung-kin lima atau sepuluh tahunan mesti dilakukan, tetapi dilakukan jikamemang kondisinya menghendaki adanya pemutakhiran kurikulum.Misalnya, adanya perubahan kebutuhan masyarakat yang harusdilayani perguruan tinggi, termasuk di dalamnya terjadi krisisketidakpercayaan terhadap mutu lulusan perguruan tinggi.

    Pertanyaan kemudian muncul, bagaimana memutakhirkan ku-rikulum yang efektif? Bertitik tolak dari pertanyaan tersebut, dalamkesempatan ini penulis akan memaparkan strategi pemutakhirankurikulum yang berlaku di perguruan tinggi, meskipun masih dalamtataran konsep.

    Pemutakhiran Komponen Kurikulum

    Pemutakhiran kurikulum di perguruan tinggi dapat dilakukanmelalui langkah-Iangkahkegiatan sebagai berikut.

    Peninjauan Kembali Rumusan Kompetensi

    Mengacu makna kompetensi sebagai seperangkat tindakancerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagaisyarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakantugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu (SK Mendiknas nomor045/U/2002), maka tidaklah sederhana tatkala pihak perguruan iniada keinginan meninjau kembali rumusan kompetensi yang telahdisepakati sebelumnya.

    Peninjauan kembali terhadap rumusan kompetensi perlu dilak-sanakan pada tahap awal dalam pemutakhiran kurikulum. Hal inidikarenakan kompetensi merupakan sasaran dan sekaligus payungbagi pengembangan aspek-aspek kurikulum lainnya. Dengan demi-kian, jika pada tahap ini pihak perguruan tinggi telah mampu meng-hasilkan rumusan kompetensi sebagaimana yang dikehendaki berartisatu langkah krusial telah dilalui.

    109

  • Cakrawala Pellllidikan, Februari 2007, Th. XXVI, No. I

    Peninjauan kembali terhadap rumusan kompetensi perlu terlebihdahulu melakukan pengkajian ulang terhadap visi dan misi per-guruan tinggi atau program studio Apakah rumusan visi dan misiyang ada masih relevan dengan realita. Jika sudah tidak relevan lagi,visi dan misi tersebut perlu dirumuskan kembali. Hasil pemutakhiranterhadap rumusan visi dan misi tersebut kemudian dijadikan sebagaiacuan dalam meninjau kembali rumusan kompetensi lulusan per-guruan tinggi atau program studio

    Selanjutnya, agar peninjauan kembali terhadap rumusan kom-petensi dapat dilakukan secara efisien dan efektif, maka kegiatan iniperlu mengikutsertakan para pengguna lulusan program studi yangbersangkutan guna memperoleh masukan tentang kualifikasi lulusanprogram studi yang dibutuhkan masyarakat pengguna Iulusan. Hasilidentifikasi berbagai kemampuan yang dibutuhkan masyarakat,kemudian dirumuskan kembali. seperangkat kompetensi lulusanprogram studi yang bersangkutan.

    Oi samping itu, peninjauan kembali rumus kompetensi lulusanprogram studi perlu memperhatikan pula proses perumusan matakuliah berdasarkan kompetensi sebagaimana pada Gambar 2 berikut.

    J>cnyu~unan eara danevalua:ti pernbelajaran

    Penyusunan mataajaran

    Pcnyusunan strukrurpL~be)ajaran

    Penyusunankelornpok kajian

    Peromusan

    kornpetensi standar

    Gambar 2. Perumusan Matakuliah Berdasarkan Kompetensi

    110

  • PemU/akhiran Kuriku/um di Pergunlan Tmggl

    Berdasarkan gambar di atas, perumusan kompetensi merupakantahap pertama yang harus dilakukan dan menjadi acuan bagipengembangan tahap-tahap berikutnya. Apabila rumusan kompeten-si telah disepakati, kemudian dilakukan penyusunan kelompokkajian atas sebagaimana yang disyaratkan dalam rumusan kompeten-si. Tahap berikutnya adalah menyusun struktur pembelajaran sesuaidengan kelompok kajian, yang dilanjutkan dengan menyusun materipembelajaran dan sistem evaluasinnya.

    Peninjauan Kembali Substansi dan Format Silabus

    Kegiatan pokok yang dilakukan pada tahap ini adalah meninjaukembali substansi dan format silabus yang merupakan panduanpenyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Oi sini, yang perlu diper-tanyakan adalah apakah aspek-aspek yang tercakup di dalam silabusdan formatnya memiliki maknafeasible sebagai acuan atau pedomanperkuliahan.

    Dari sisi substansi, silabus harns memuat aspek-aspek yangmembentuk kurikulum sebagai pedoman pembelajaran. Aspek-aspekkurikulum yang dimaksud, antara lain; kompetensi atau tujuanpembelajaran, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dansistem evaluasi. Sementara itu, dari sisi formatnya, silabus hendak-